Postingan

Menampilkan postingan dari 2024

Renungan

Hari itu, pukul 17.59 seorang gadis tengah menatap jendela perpustakaan dari lantai 21. Ia memerhatikan sekeliling dari ketinggian, menyadari bahwa semua di dunia ini terasa kecil. Bahkan mobil-mobil truk pun terlihat seperti miniatur dari atas sana.  Kemudian, ia beralih fokus memandangi jejeran pohon yang bergoyang lembut. Tenang rasanya. Mungkin jika ia jadi sebatang pohon, ia akan sangat senang. Menyerap karbondioksida dan membuang oksigen untuk makhluk di sekitarnya. Berdiam tenang dan bergerak ringan saat angin sore menerpa batangnya. Tersenyum melihat seekor induk burung yang mendatangi sarangnya sembari membawa makanan untuk anak-anaknya. Namun, ia menyadari lagi menjadi pohon mungkin tidak selalu menyenangkan. Ia bisa ditebang kapan saja oleh orang-orang tidak bertanggung jawab yang menginginkan lahan bebas. Atau ambruk karena diterpa angin dahsyat saat badai datang. Ia lalu beralih melihat langit senja dengan warna jingga. Indah. Bila terlahir sebagai langit, mungkin ia a...

AMARAH

Teriak tanpa suara Teredam diam di dalam kepala Amarahku meluap tanpa kata Lelah Terasa penat dan tak terarah Terluka parah namun tak berdarah-darah Ingin aku menumpah amarah Namun nyatanya tak bisa tercurah Meski wajahku telah memerah

Chapter 1

Aku seorang siswi kelas 2 di salah satu sekolah menengah atas negeri di Jakarta. Hobiku membaca, aku suka membaca apapun yang menurutku menarik. Kadang sesuatu yang kubaca membuat aku lupa bahwa aku ini juga harus melakukan kegiatan lainnya. Jika kalian fikir aku adalah anak yang pendiam dan cupu, mungkin aku setuju. Memang begitulah aku. Ah, iya aku hampir lupa. Namaku Merie. Kalian tau bukan arti dari nama itu? Ya, kebahagiaan. Orang tuaku berharap dengan memberi nama Merie, maka aku akan menjadi orang yang bahagia setiap saat. Tapi kurasa orang tuaku salah. Aku sama sekali nggak yakin kalau hidupku dipenuhi kebahagiaan. Aku bukan orang yang pandai bergaul. Aku juga tidak terlalu suka berada di tempat ramai. Itulah sebabnya selama hampir 3 tahun aku bersekolah di sini, kalian bisa menghitung jumlah temanku dengan jari kalian. Saat istirahat sekolah anak-anak lain memilih berkumpul di koridor dan bersenda-gurau satu sama lain. Sedangkan aku memilih menggunakan waktu tersebut unt...